Kamis, 28 November 2013

Perempuan juga punya perasaan



   Kalau berbicara tentang perempuan, memang telah terlihat kalau kaum perempuan sudah lama mengalami diskriminasi dan kekerasan dalam segala bidang didalam kehidupannya. Hal tersebut menjadi suatu hal yang terburuk dan dapat menghambat kemajuan bagi kaum perempuan. Padahal sudah dilakukan berbagai macam usaha agar kaum perempuan mendapatkan perlindungan hak asasi perempuan, tetapi usaha tersebut masih signifikan. Kalau sudah begitu, lalu bagaimana nasib kaum perempuan..???
     Setahu saya, kalau dilihat secara sosio cultural, kaum lelaki lebih diutamakan daripada kaum perempuan. Bahkan kaum perempuan terpinggirkan oleh kaum lelaki. Di Indonesia dalam menangani pemajuan perlindungan hak asasi perempuan memang dirasa terlalu lambat. Maka kalau seperti itu, diperlukan segala upaya sosialisasi yang lebih optimal tentang hak asasi perempuan.
     Tapi sekarang banyak Tenaga Kerja Wanita (TKW) di luar negeri yang menderita nasib mereka disebabkan oleh ulah para majikan mereka sendiri. Mereka sering menerima perlakuan kasar, bahkan ada yang sampai melanggar norma. Seperti:adanya pemerkosaan yang dilakukan oleh majikannya sendiri, kadang juga mereka disiksa. Jika seperti itu, apa mental dan jiwa mereka nggak terganggu karena mendapatkan perlakuan seperti itu. Jika demikian yang terjadi seharusnya pemerintah Indonesia harus lebih mengoptimalkan tentang adanya perlindungan HAM (Hak Asasi Manusia), terutama untuk kaum perempuan. Karena kekerasan terhadap para Tenaga Kerja Wanita (TKW) ini sangat melanggar Hak Asasi Manusia, yaitu hak untuk mendapatkan penghidupan yang layak.
     Dengan melihat contoh kasus tersebut, seharusmya ini menjadi cerminan bagi kinerja para pemerintah dalam melindungi rakyat. Dengan adanya fakta tersebut, saya berharap kasus – kasus yang ada dapat segera diberantas sehingga kaum perempuan menjadi nyaman hidupnya dan tidak khawatir akan keselamatan dirinya. Karena perempuan juga punya perasaan.