VS
Agama di Indonesia sangatlah beragam. Di antaranya adalah agama islam. Agama islam adalah agama yang penuh damai dan indah. Mulai dari ketentuan-ketentuan syari’atnya, kitab sucinya yang isinya indah dan penuh makna, dan juga termasuk budaya-budayanya, seperti setiap satu tahun sekali ummat Islam melaksanakan kewajiban berpuasa di bulan ramadlan,setiap setahun ummat Islam merayakan dua hari raya, yaitu Hari Raya ‘Idul Fithri dan Hari Raya ‘Idul Adha, dan masih banyak lagi kebudayaan-kebudayaan yang lainnya.
Budaya di negara kita sendiri juga
sangatlah beragam. Dan jika seperti itu apa yang harus dilakukan suatu negara
terhadap budaya agama???? Agama atau bangsa yang harus menyesuaikannya???
Kita harus mengakui bahwa tiap-tiap
individu di era globalisasi seperti ini masing-masing mempunyai hak (way of
life) terhadap peninggalan kebudayaan untuk diimplimentasikan kedalam tiap
diri individu masing-masing. Seperti budaya Islam di negara Amerika Serikat
yang budaya islamnya tumbuh dan berkembang sangat dinamis karena kultur Islam
di negara tersebut pemerintahnya melindungi kebebasan dalam berekspresi.Tetapi
tidak semua orang Amerika mau menerima budaya baru tersebut, karena sebagian
orang masih curiga dan bersikap hati-hati terhadap Islam.Hal itu dimaklumi
karena mereka banyak yang belum mengerti apa sebenarnya ajaran Islam itu.
Jadi, kesimpulannya bukan agama yang harus
menyesuaikan terhadap kebudayaan suatu negara,tapi justru kebudayaan itu yang menyesuaikan terhadap
agama. Yang paling penting kita sebagai ummat islam harus bisa menyaring segala
budaya baru yang ingin bergabung. Jika ada pun maka harus dapat mendatangkan
dalil-dalil pembenaran bahwa budaya tersebut termasuk islami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar