Senin, 07 Oktober 2013

Budaya Islam VS Budaya Negara


                                                                                                                            
               VS                                                
    
                                    
  Agama di Indonesia sangatlah beragam. Di antaranya adalah agama islam. Agama islam adalah agama yang penuh damai dan indah. Mulai dari ketentuan-ketentuan syari’atnya, kitab sucinya yang isinya indah dan penuh makna, dan juga termasuk budaya-budayanya, seperti setiap satu tahun sekali ummat Islam melaksanakan kewajiban berpuasa di bulan ramadlan,setiap setahun ummat Islam merayakan dua hari raya, yaitu Hari Raya ‘Idul Fithri dan Hari Raya ‘Idul Adha, dan masih banyak lagi kebudayaan-kebudayaan yang lainnya.
      Budaya di negara kita sendiri juga sangatlah beragam. Dan jika seperti itu apa yang harus dilakukan suatu negara terhadap budaya agama???? Agama atau bangsa yang harus menyesuaikannya???
      Kita harus mengakui bahwa tiap-tiap individu di era globalisasi seperti ini masing-masing mempunyai hak (way of life) terhadap peninggalan kebudayaan untuk diimplimentasikan kedalam tiap diri individu masing-masing. Seperti budaya Islam di negara Amerika Serikat yang budaya islamnya tumbuh dan berkembang sangat dinamis karena kultur Islam di negara tersebut pemerintahnya melindungi kebebasan dalam berekspresi.Tetapi tidak semua orang Amerika mau menerima budaya baru tersebut, karena sebagian orang masih curiga dan bersikap hati-hati terhadap Islam.Hal itu dimaklumi karena mereka banyak yang belum mengerti apa sebenarnya ajaran Islam itu.
     Jadi, kesimpulannya bukan agama yang harus menyesuaikan terhadap kebudayaan suatu negara,tapi justru  kebudayaan itu yang menyesuaikan terhadap agama. Yang paling penting kita sebagai ummat islam harus bisa menyaring segala budaya baru yang ingin bergabung. Jika ada pun maka harus dapat mendatangkan dalil-dalil pembenaran bahwa budaya tersebut termasuk islami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar